Kolaborasi IPI dan Kemnaker RI Cetak SDM Sukabumi yang Kompeten, Produktif, dan Mandiri
SUKABUMI — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, produktif, dan mandiri terus diperkuat melalui kolaborasi antara International Professional Institute (IPI), Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Tailor Made Training (TMT) Batch 2 yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Sukabumi pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Program pelatihan vokasi ini menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja sekaligus mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Materi pelatihan dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja, potensi daerah, serta karakteristik peserta.
Kemnaker Tekankan Pentingnya Pelatihan Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan bahwa program TMT disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi Kabupaten Sukabumi. Sejumlah bidang keterampilan yang menjadi fokus pelatihan meliputi menjahit, barista, dan pembuatan konten kreatif.
Ia mengimbau seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan secara maksimal. Pelatihan yang berlangsung selama dua minggu tersebut dirancang secara intensif untuk membekali peserta dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Manfaatkan dua minggu ini sebaik-baiknya. Setelah pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Sebab, ini pelatihan yang dirancang sangat spesifik,” ungkap Yassierli.
Menurutnya, pelatihan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang bagi peserta untuk membangun usaha dan mencapai kemandirian ekonomi.
Pengalaman pelaksanaan program serupa di daerah lain menunjukkan bahwa pelatihan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha peserta, bahkan hingga membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
“Di tempat lain luar biasa, sampai ada yang berhasil dan memiliki karyawan. Semoga di Sukabumi pun bisa luar biasa dan semoga berlanjut ke tahun depan. Kita dengar dulu hasil evaluasi para peserta nantinya,” pungkasnya.
IPI Dorong Pelatihan Vokasi yang Berdampak Nyata
Founder dan Direktur International Professional Institute (IPI), Dr. Eko Pranajaya, S.I.P., M.Si., menekankan pentingnya penyelenggaraan pelatihan kerja yang berorientasi pada hasil nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari proses pembelajaran semata, tetapi juga perlu dilihat dari peningkatan kompetensi peserta, terbukanya akses terhadap kesempatan kerja, serta tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui sinergi bersama Kemnaker RI, BBPVP Bandung, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, IPI berkomitmen mendukung pengembangan SDM melalui pelatihan berbasis kompetensi, pembentukan karakter profesional, penguatan keterampilan kerja, serta penumbuhan jiwa kewirausahaan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki bekal untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja maupun menciptakan peluang usaha sendiri.
Kolaborasi untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Peluncuran TMT Batch 2 menjadi momentum penting dalam mendorong lahirnya tenaga kerja yang produktif, adaptif, dan berdaya saing. Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat Sukabumi meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja, mengembangkan usaha, dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Bagi IPI, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Komitmen tersebut tidak hanya berorientasi pada penyiapan tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga pada pembentukan individu yang mampu berkarya, berwirausaha, dan berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan dan pelatihan, pemerintah, serta dunia usaha dan industri, pengembangan SDM di Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin terarah, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
